Sementara itu, Vogt von Heselholt mengungkapkan bahwa satu cangkir bluberi menyediakan 487 miligram antosianin. “Antosianin dapat membantu mengurangi stres oksidatif dan peradangan yang menyebabkan penuaan dini, penurunan fungsi otak, penyakit jantung, dan kanker,” terangnya.
Baca Juga : 5 Rekomendasi Film tentang Kemerdekaan Indonesia, Ada Juga Versi Animasi
Secara khusus, antosianin memiliki efek seperti probiotik pada usus yang dapat membantu mengurangi peradangan dan mencegah kanker usus besar. Antosianin juga dapat membantu tubuh menjadi lebih sensitif terhadap insulin dan lebih efektif menggunakan glukosa, yang keduanya dapat membantu mencegah diabetes.
Vogt von Heselholt juga mencatat bahwa bluberi liar sering kali mengandung antioksidan yang lebih tinggi daripada yang ditanam secara komersial.
2. Grapefruit
Memasukkan grapefruit ke dalam smoothie atau menikmatinya sebagai pencuci mulut dapat membantu kita melawan peradangan. Apalagi, buah ini memiliki vitamin C yang sangat tinggi, dengan 70 persen dari nilai harian hanya dalam satu porsi.
“Vitamin C juga merupakan vitamin esensial dalam produksi kolagen tubuh,” kata ahli nutrisi, Juliana Tamayo, RDN.
“Ketika kita mengonsumsi makanan kaya vitamin C, kita memberi tubuh dorongan dalam produksi kolagen yang membantu mengurangi risiko masalah sendi, sekaligus mencegah penuaan kulit.”
“Selain itu, grapefruit juga mengandung likopen yang tinggi, yang dikenal sebagai antioksidan untuk mencegah beberapa jenis kanker,” jelas dia.
3. Stroberi
Stroberi adalah pembangkit tenaga vitamin C lainnya. Tapi bukan itu saja, buah ini juga tinggi serat dan potasium yang dapat meningkatkan kesehatan jantung dan usus.
“Stroberi dapat meningkatkan fungsi kekebalan tubuh dan meningkatkan HDL atau kolesterol baik,” tutur ahli nutrisi, Kimberly Duffy, RDN.
Sebuah studi tahun 2006 dalam The American Journal of Clinical Nutrition juga menunjukkan bahwa stroberi memiliki salah satu tingkat antioksidan tertinggi per porsinya.













